Objek Wisata Candi Cangkuang

Objek Wisata Candi Cangkuang

Candi Cangkuang merupakan sebuah Candi Hindu yang berada di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Candi ini merupakan satu-satunya Candi Hindu yang ada di Jawa Barat, sehingga sangat disayangkan apabila Anda yang sedang berwisata di Garut tidak menyempatkan waktunya untuk mengunjungi objek wisata yang satu ini. Satu hal yang unik dan menarik disini adalah lokasi Candi terletak disebuah polau kecil yang dikelilingi oleh danau. Dari pintu masuk pertama menuju lokasi Candi Cangkuang pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 250 meter menggunakan perahu tradisonal (rakit) yang sudah disediakan dengan biaya sewa *Rp. 5.000 rupiah/ orang pulang pergi. Selain Candi Cangkuang, di pulau kecil ini juga terdapat sebuah pemukiman adat Kampung Pulo serta makam leluhur Kampung Pulo yaitu Embah Dalem Arif Muhamad yang merupakan seorang penyebar agama Islam di daerah ini.

Lokasi

Objek wisata ini terletak Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Untuk mengakses tempat ini, dari alun-alun lesles Anda bisa menggunakan mobil pribadi, motor, atau bus, dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 15 menit perjalanan. Apabila menggunakan bus besar disarankan agar menggunakan jasa pengawalan.

Sekilas Tentang Candi Cangkuang, Embah Dalem Arif Muhamad dan Kampung Pulo

- Candi Cangkuang

Nama Candi Cangkuang diambil dari nama desa tempat candi ini berada. Kata 'Cangkuang' sendiri adalah nama tanaman sejenis pandan (pandanus furcatus), yang banyak terdapat di sekitar makam. Tim sejarah Leles berhasil menemukan Candi Cangkuang pada tanggal 1966. Tim penelitian yang disponsori oleh Bapak Idji Hatadji (CV. Haruman) ini diketuai oleh Prof. Harsoyo, Uka Tjandrasasmita (ketua penelitian sejarah Islam dan lembaga kepurbakalaan), dan mahasiswa dari IKIP Bandung. Penelitian dilaksanakan berdasarkan tulisan Vorderman dalam buku Notulen Bataviaasch Genotschap terbitan tahun 1893 yang menyatakan bahwa di Desa Cangkuang terdapat makam kuno dan sebuah arca yang sudah rusak. Disebutkan bahwa temuan itu berlokasi di bukit Kampung Pulo.

 

 

 

 

 

- Embah Dalem Arif Muhamad

Selain peninggalan kebudayaan Hindu yang berupa candi, tempat ini mempunyai keunikan tersendiri yaitu adanya makam salah seorang penyebar agama Islam yang bernama Arief Muhammad. Menurut sejarahnya beliau adalah seorang prajurit yang melawan penjajah dan mengalami kegagalan dalam perang. Beliau tidak kembali ke kampung halamannya, tetapi memutuskan untuk bermukim dan menyebarkan agama Islam kepada penduduk sekitar. Sebagai bukti autentik adalah dengan adanya sebuah museum yang terdapat Al-Quran dengan media kulit kayu, buku fiqih, lukisan dan peninggalan kuno lainnya.

- Kampung Pulo

Fakta unik lain yang terdapat di Cangkuang yaitu Kampung Pulo yang mempunyai menjaga budayanya sampai saat ini, disini terdapat beberapa peraturan yang tidak boleh dilanggar. Beberapa peraturan yang tidak memperbolehkan beternak hewan berkaki empat, karena konon masyarakat Kampung Pulo sangat menjaga kebersihan. Selain bentuk dan jumlah rumah, peraturan berikutnya yaitu tidak boleh adanya dua kepala keluarga dalam satu atap. Jadi jika dalam satu rumah ada yang menikah, maka ia harus segera pindah rumah. Tidak boleh memukul gong yang terbuat dari perunggu termasuk salah satu aturan yang tidak boleh dilanggar ditempat ini. Asal-usul dari larangan ini yaitu dikarenakan pada saat terjadi perayaan besar dengan hiburan tradisional yang di dalamnya terdapat gong besar, datanglah angin beliung dan menewaskan anak dari Eyang Arif Muhammad. Selain rarakitan, anda dapat berkeliling di sekitaran Situ Cangkuang dan mengunjungi museum dan Candi peninggalan budaya Hindu.

Aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung disini

Akativitas yang bisa pengunjung lakukan disini adalah melihat berbagai peninggalan sejarah seperti Candi dan peninggalan-peninggalan kuno lainnya seperti Al-Quran dengan media kulit kayu, buku fiqih, lukisan di museum serta 6 rumah adat beserta 1 mesjid. Buat yang hobi mancing bisa melakukan aktivitas mancing gratis di Situ Cangkuang. Ikan yang banyak ditemukan disini adalah ikan nila dan umpan yang direkomendasikan adalah lumut sawah.

Penginapan

Untuk pengunjung yang ingin menginap tersedia penginapan dan bungalow dengan fasilitas lumayan lengkap dan nyaman juga harga yang cukup terjangkau yaitu mulai dari Rp. 250,000 sampai Rp. 300.000 per malam. Letak penginapan berada di dekat area parkir atau sebelum pintu masuk Candi Cangkuang.

Restoran

Berada disekitar area parkir terdapat sebuah restoran cukup besar dengan menu yang ditawarkan sangat lengkap. Tempatnya nyaman serta sudah dilengkapi dengan fasilitas mushola didalamnya. Jadi untuk urusan makanan, di tempat wisata di Garut yang satu ini cukup lengkap.

Oleh-oleh

Dari mulai area parkir hingga finish naik rakit atau sebelum masuk ke lokasi Candi Cangkuang, banyak hasil kerajinan unik yang bisa pengunjung temukan seperti miniatur candi, miniatur rakit serta ada juga tas dan dompet unik yang terbuat dari material daun Cangkuang. Ini benar-benar kerajinan yang unik dan jarang ditemukan, bahkan di Garut sendiri kerajinan seperti ini hanya ada atau dijual di sekitar obejk wisata Candi Cangkuang saja.

Harga parkir, tiket dan sewa rakit

*Harga parkir Rp, 3,000 untuk kendaraan roda 2 dan Rp. 5,000 untuk kendaraan roda 4 sedangkan bus Rp. 13.000.
*Harga tike masuk Rp. 5,000/ orang
*Harga sewa rakit Rp. 5,000/ orang.