Mengintip Proses Pembuatan Sarung Tangan Motor Kulit

Mengintip Proses Pembuatan Sarung Tangan Motor Kulit

Selain memiliki banyak tempat wisata yang menarik, ternyata Garut juga merupakan sentra kerjaninan kulit dimana hasil produksinya ini sudah merambah luas hingga ke mancanegara. Berbagai kerjainan kulit asli bisa Anda temukan di Garut seperti tas kulit, jaket kulit, sepatu kulit, dompet, sabuk dan sarung tangan motor yang terbuat dari kulit domba yang akan coba kami bahas kali ini.

Jika Anda merupakan seorang rider atau pengguna sepeda motor, maka peran sarung tangan mungkin tidak asing lagi bagi Anda. Banyak ragam dan jenis sarung tangan dari berbagai bahan yang beredar dipasaran dan salahsatunya adalah sarung tangan yang terbuat dari bahan kulit domba asli yang diyakini memiliki kualitas lebih baik dari bahan lainnya.

Mungkin sebagaian orang berpikir sarung tangan produksi Garut ini dibuat oleh pabrik-pabrik besar. Faktanya hampir semua kerjaninan kulit ternyata diproduksi secara manual di rumah atau lebih tepatnya lagi (home industri) termasuk sarung tangan ini. Peralatannya pun seperti mesin jahit, alat pemotong kulit tidak ada yang canggih sehingga inilah yang menjadi kendala lambatnya waktu produksi terutama jika ada permintaan banyak baik dari perusahaan atau komunitas tertentu. Berikut adalah persiapan dan proses yang umumnya dilakukan oleh pengrajin ketika membuat sarung tangan.

1. Persiapan Bahan

kulit domba sebelum di buat pola

Bahan yang digunakan untuk sarung tangan ini lebih banyak menggunakan bahan kulit limbah (bukan kulit gress). Bahan limbah yang kami maksud bukan berarti bahan yang kualitasnya rendah namun bahan kulit yang berasal dari sisa potongan jaket sehingga inilah salahsatu alasannya mengapa harga sarung tangan kulit dari Garut lebih murah jika dibandingkan dengan produksi luar. Dampak buruk dari menggunakan bahan seperti adalah sulit untuk menciptakan produk yang sama dengan tekstrut, warna dan jenis kulit yang sama karena keterseidaan bahan bergantung pada bahan yang digunakan untuk jaket, sedangkan produksi jaket bergantung pada permintaan pasar yang beda baik dari tekstur, ketebalan dan juga warna. Tapi jika pesanan partai besar, biasanya menggunakan kulit gress tapi harga cenderung lebih mahal sedikit.

2. Proses Pola

pola sarung tangan
pembuatan pola

Slahsatu hal yang cukup rumit dalam pembuatan sarung tangan kulit manual adalah pembetukan pola, Meskipun sudah ada master polanya pekerjaan ini harus dikerjakan oleh seorang yang benar-benar sudah memiliki jam terbang cukup lama. Bahan kulit jelas berbeda dengan bahan kain terutama dari segi bentuk. Kain panjang lebarnya rata sedang kulit asli tidak menentu karena ini hasil alami dari hewan. Pembuat pola harus benar-benar teleti dan jeli ketika membentangkan pensilnya di bahan karena jika sembarang atau ngasal maka akan banyak yang terbuang sia-sia dan tentu saja ini merupakan sebuah kerguian mengingat harga kulit yang cukup mahal.

3. Pemotongan

Pemotongan
Pemotongan

Proses ini memakan waktu cukup lama karena dilakukan dengan cara manual juga dengan menggunakan gunting biasa. Langkah ini akan dilakukan apabila proses pola sudah benar-benar rampung semuanya.

4. Penggabungan Antara kulit dan bahan dalam (puring)

proses penerapan lem pada kain
proses penerapan lem pada kain

Langkah selanjutnya adalah penggabungan antara kulit dengan bahan dalaman (puring). Puring dibuat dari bahan yang lembut dan mudah diserap dan fungsinya adalah untuk menyerap keringat tangan supaya sarung tangan tidak mudah bau. Penggabungan ini dilakukan dengan menggunakan lem khusus berbentuk cairan dan kemudian disemprotkan pada kain (puring) dan setelah itu kulit yang sudah terbentuk pola kemudian di tempelkan pada kain puring.

5. Proses Jahit

proses jahit sarung tangan
proses jahit

Proses jahit dilakukan secara manual dengan menggunakan mesin jahit jadul. Meskipun mesin jadul akan tetapi dalam mesin ini sudah dimodifikasi guna menghasilkan tenaga dan kekutan yang maksimal mengingat bahan kulit jauh lebih keras jika dibandingkan kain. Proses ini memerlukan tenaga ahli yang benar-benar sudah berpengalaman dibidangnya karena menjahit sarung tangan sangat beda dengan menjahit tas atau jaket yang memiliki celah lekukan lebih luas. Sedangkan sarung tangan lekukannya sempit seperti yang terdapat pada jari. Agar hasil jahitan rapih sempurna, proses ini dilakukan secara pelan-pelan, teliti dan konsentrai penuh.

6. Finishing

Setelah terbentuk menjadi sarung tangan, proses selanjutnya adalah finishing. Sarung tangan yang sudah jadi kemudian dibersihkan seperti bercak putih bekas pensil ketika pembentangan pola dan juga benang sampah bekas sambungan ketika proses penjahitan.

Kseimpulan

Bagi Anda yang memiliki proyek ataupun bisnis yang berhubungan dengan sarung tangan dan Anda ingin membuatnya dari pengrajin di Garut, mempertimbangkan kondisi dan sedikiti mempelajari bagaimana proses pengerjaan dilapangan adalah hal yang harus Anda utama guna menghindari keterlambatan waktu pengerjaan dan juga kualitas yang dihasilkan. Jika Anda memiliki proyek yang besar saran kami adalah bukan mencari pengrajin satu persatu kemudian Anda kumpulkan. Sebaiknya carilah orang disekitar Garut yang prestasinya sudah terbukti (orang yang biasa mengerjakan orderan partai besar, paham aturan tender dan juga bertanggung jawab).

Semoga bermanfaat.!!

Orang kampung yang lagi belajar gaul :)

Reviews

3.00

Features Rating
Rating Penulis

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*